Labels

Showing posts with label Industri. Show all posts
Showing posts with label Industri. Show all posts

Tuesday, 1 March 2016

Macam-Macam Usaha Kecil-Kecilan Untuk Memulai Bisnis

Bisnis adalah lahan berkreasi yang menguntungkan apalagi jika bisnis itu adalah milik anda sendiri. Sekecil apapun usaha jika dijalankan dengan benar akan memberikan kepuasan dan keuntungan yang tidak bisa dianggap remeh lho. Namun bagaimana jika modal yang dimiliki tidak besar? Tenang, tidak semua usaha yang kini besar berawal dari keuangan yang besar juga kok.
Bahkan banyak di antara mereka yang benar-benar merintis usahanya dari angka terendah. Lalu dijalankan dengan manajemen dan pelayanan yang baik menggeliat menjadi mega bisnis yang mampu menghasilkan keuntungan yang tak terkira. Nah, apakah anda calon pebisnis sukses masa depan?

Macam – Macam Usaha Kecil – Kecilan
1. Usaha kue


















Makanan adalah satu satu sektor bisnis yang bisa dikatakan tidak mengenal musim. Nah, bagi anda yang mempunyai keterampilan khusus di bidang mencetak kue-kue enak, anda bisa lho menjadikan keahlian tersebut menjadi lahan bisnis yang menguntungkan. Keuntungan lain dari usaha kue ini, anda jadi tahu bagaimana sih membuat resep-resep baru dengan kreasi yang baru pula yang sesuai dengan trend yang sedang booming. Untuk permulaan usaha, anda bisa menjajakannya sendiri atau menitipkan di warung makan atau kantin sekolahan. Dengan kualitas masakan yang baik dan kemasan yang menarik pasti membuat kue-kue anda laris manis diborong oleh pembeli.
2. Jualan pulsa
Pulsa sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyakarat masa kini. Tak hanya pulsa telepon untuk komunikasi, juga sekarang sudah dikembangkan pulsa isi ulang listrik. Fenomena jaman ini bisa anda manfaatkan lho dengan menjadikannya sebuah bisnis yang tidak membutuhkan modal terlalu besar. Selain itu,usaha jualan pulsa tidak memerlukan tempat khusus, cukup memanfaatkan ruangan kosong di bagian depan rumah anda, sulap menjadi counter kecil yang nyaman. Barengi pula dengan pelayanan terhadap pelanggan yang baik akan membantu anda mengembangkan usaha ini.
3. Toko kelontong
Poin ketiga dari review macam-macam usaha kecil-kecilan ini adalah toko kelontong. Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan toko kebutuhan pokok ini sangat dibutuhkan terutama bagi penduduk yang tinggal relatif jauh dari pusat kota. Usaha satu ini tidak membutuhkan modal terlalu besar namun anda harus berhati-hati dalam memulai usaha ini. Pastikan anda mengetahui dengan tepat kebutuhan yang sering tetangga sekitar dan orang kebanyakan butuhkan, lalu stock. Usahakan agar barang dagangan tersebut fast moving supaya toko kelontong terkesan baik dan berkualitas baik.
4. Toko online
Beberapa waktu belakangan ini, usaha online memang sedang marak karena tidak bisa dipungkiri di jaman globalisasi ini masyarakat lebih banyak menggunakan internet sebagai media komunikasi. Fenomena ini bisa anda manfaatkan untuk membuka bisnis anda lho. Cari sektor bisnis yang bisa anda kuasai dan mempunyai keuntungan yang setidaknya sepadan dengan tingkat resiko yang akan anda hadapi, contohnya toko online baju. Namun anda juga perlu berhati-hati karena kepercayaan adalah modal utama yang berlaku di bidang usaha satu ini.
How’s so far? Apakah sudah menemukan bisnis yang sesuai dengan minat dan keahlian anda? Tantang diri anda untuk menjajal jiwa pebisnis yang mungkin tersembunyi di balik padatnya aktivitas anda. Siapa tahu usaha yang anda dirikan nanti akan menjadi lahan pemasukan utama anda, who knows kan? Demikian review tentang macam-macam usaha kecil-kecilan ini, semoga bermanfaat. Salam sukses!

Wanita Cantik Ini 'Sulap' Jamur Jadi Nugget


Dalam dunia bisnis, ada teori yang mengatakan, bila kamu pemain baru dan ingin sukses, ada dua cara yang bisa ditempuh. Pertama adalah membuat produk dengan harga semurah mungkin, dan kedua membuat produk yang beda dari yang lain.

Banyak cerita sukses membuktikan hal tersebut. Khusus untuk produk inovatif yang berbeda dari yang lain mempunyai peluang yang besar untuk meraih sukses.

Hal itulah yang coba dilakukan oleh Gracia Puspita Suciono (26), dengan produk nugget jamur dengan merek Hiratake Chees Nugget. Berbeda dengan umumnya nugget yang berbahan dasar ayam, Gracia memproduksi nugget dengan bahan jamur tiram.

Alasan pemilihan nugget dengan bahan jamur, karena produk ini lebih sehat dan bisa dikonsumsi oleh semua kalangan, termasuk vegetarian. Selain tanpa daging, produk Hiratake juga tidak menggunakan pengawet dan vetsin.

“Kita memang memproduksi nugget untuk memenuhi pola hidup sehat. Makanya kami tidak menggunakan pengawet dan vetsin,” kata Gracia seperti dikutip dari myoyeah, Jumat (19/6/2015).

Gracia sudah memulai usaha ini sekitar empat tahun lalu, pada 2011. Awalnya dia hanya iseng-iseng ingin membuat produk makanan sendiri yang lebih sehat dari makanan kemasan di pasaran. Dia pun meminta ibunya untuk mengajarinya.

Sang Ibu memang hobi memasak. Setelah melalui beberapa kali percobaan, akhirnya ia berhasil membuat nugget dari bahan jamur. Dari iseng-iseng untuk dimakan sendiri, akhirnya terpikir olehnya untuk menjual produk tersebut.

Gracia hanya menjalankan bisnis ini sebagai bisnis sampingan, karena dia masih bekerja sebagai karyawan kantoran waktu itu. Konsumennya juga hanya saudara dan teman-temannya. Namun setelah menikah, dirinya ingin fokus pada usaha ini. Sejak awal tahun ini, dia mengembangkan bisnis ini lebih serius. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kapasitas produksi Hiratake.

Gracia dibantu oleh 13 orang karyawan untuk memproduksi Hiratake. Kapasitas produksinya mencapai 6 ton per bulan dengan omzet mencapai Rp 100 juta. Pemasarannya pun semakin melebar. Awalnya dia hanya memasarkan di daerah Jabodetabek dan itu lebih banyak orang-orang yang sudah dikenal.

Saat ini, dirinya sudah bekerja sama dengan beberapa distributor. Bukan hanya di Jabodetabek, tapi juga di luar Jawa seperti Pontianak dan Belitung.

Saat ini dirinya juga berencana mengekspor Hiratake ke luar negeri, yaitu Singapura. Dia sudah mendapatkan jalur di Singapura, dan dalam 1-2 bulan ke depan dia menargetkan rencana tersebut sudah terwujud. Menurut Gracia, beberapa distributornya bahkan sudah mengirim produk ini ke Malaysia.

Seperti umumnya usaha, Gracia mengatakan, usahanya tak selalu berisi hal manis. Ada juga kendala dan tantangan yang dihadapinya. Salah satu tantangan yang harus dihadapi adalah edukasi kepada distributor dan pelanggan. Produk hiratake yang tidak menggunakan pengawet membuat produk ini perlu penanganan khusus bila ingin disimpan dalam waktu lama.

“Produk Hiratake sebenarnya bisa disimpan hingga enam bulan. Namun, cara dan tempat penyimpanannya harus benar. Bila disimpan di freezer dengan benar bisa berumur panjang. Tapi kalau tidak disimpan di freezer memang masa simpannya lebih pendek,” tambah Gracia.

Gracia mengatakan, pernah satu kali ada konsumen yang komplain, karena nugget yang dibeli terasa asam. Hal tersebut menandakan kualitas nugget yang dibelinya tidak segar lagi.

Gracia pun menanyakan cara penyimpanan nugget, dan konsumen tersebut mengatakan diletakkan di atas meja. Gracia pun menjelaskan, nugget buatannya tanpa pengawet, jadi proses penyimpanannya harus benar dan tepat. Setelah mendapat penjelasan, konsumen tersebut justru jadi distributor produk Hiratake.

Edukasi kepada konsumen menurut Gracia jadi salah satu tantangan besar ke depan, karena hal tersebut harus dilakukan terus menerus. Namun, dia yakin bisa melakukannya untuk mengembangkan usahanya dan juga menerapkan pola hidup sehat dengan makanan sehat produksinya.

Wednesday, 15 April 2015

Akibat Tak Jual Bir, Omzet Minimarket Anjlok

Jakarta -Meskipun Kementerian Perdagangan (Kemendag) baru akan memberlakukan pelarangan penjualan minuman beralkohol Golongan A seperti bir esok hari, namun sejumlah minimarket sudah tidak menjual produk tersebut sejak bulan lalu. Bahkan di sebuah minimarket di kawasan Salemba (Jakarta Pusat), bir sudah 'menghilang' sejak 3 bulan lalu.

Hal ini membuat angka penjualan alias omzet lumayan anjlok. Demikian menurut pengakuan seorang petugas kasir di lokasi kepada
 detikFinance, Kamis (16/4/2015).

"
Ngaruh banget ke penjualan. Berkurang banyak," katanya.

Dia menjelaskan, minuman beralkohol atau bir merupakan salah satu produk yang paling banyak dicari sehingga sangat berkontribusi terhadap penjualan. Biasanya, omzet di minimarket tersebut mencapai Rp 30 juta/hari. Namun sejak tidak menjual bir lagi, omzet menurun drastis menjadi sekitar Rp 10 juta/hari.

Alhasil, dirinya bersama rekan lainnya harus rela kehilangan bonus harian akibat target omzet tak tercapai.

"Biasanya dapat omzet Rp 30 juta sehari, karena
 nggak ada minuman jadi merosot. Kita nggak dapat bonus karena nggak capai target," tuturnya.

Pengakuan yang sama juga diakui salah seorang kasir pria minimarket lain, masih di daerah Salemba. Dia mengaku, ditariknya penjualan bir membuat omzet berkurang.

"
Ngaruh ke penjualan karena itu barang laku. Di sini kan tempat nongkrong, banyak yang nanya. Tapi ya sudah aturan, kita nggak bisa lawan pemerintah," ucap dia.